Smartphone ataukah Stupidphone?


Wow, dunia ini memang sempit, saking sempitnya bisa saya genggang sebelah tangan.

Untuk bisa belajar pun kita bisa melihat telapak tangan kita, cukup bermodalkan sebuah telepon genggam dan pulsa didalamnya.

Apakah telepon pintar ataupun bodoh, tetep dengannya kita bisa menggenggam dunia.

Kalau saya membawa hape itu jika keluar rumah siapa tahu kita membutuhkan komunikasi dalam keadaan terdesak, atau sekedar menulis sesuatu takkala menunggu giliran nomer antrian dipanggil. Atau sekedar browsing blog publik, itupun kalau hape dan provider lancar flashnya.

Berbeda ketika tiba dirumah, hape saya simpan sembarang.

Mungkin bagi sebagaian orang hape itu penting, bagi sebagaian itu menjadi menyiksa (karena gak punya duit buat ngisi pulsa), atau bagi sebagaiannya lagi sebuah anugrah dan berkah karena bisa mendapatkan job atau orderan dari sarana komunikasi itu. Sungguh, bagi sebagiannya lagi sebagai suatu tempat kaulinan dikala sedang cangcileuheu…. hehehehe yang gak ada penting-pentingnya sama sekali.

Kembali pada diri kita masing-masing, bagaimana menempatkan diri kita dengan cepatnya teknologi berkembang, apakah kita akan tergerus dengan yang namanya fashion in technology ataukah kita sebagai user technology atau kita ini sebagai pemanfaat teknologi.

  1. Fashion in technology ini saya artikan sebagai menggunakan technology sebagai gaya hidup atau sebagai pelengkap penampilan hidup
  2. User technology bagi saya orang yang hanya menggunakan teknologi dengan tanpa mengetahui lebih jelas manfaat sebenar-benarnya dari teknologi yang ia miliki
  3. Pemanfaat teknologi ini lah tingkatan akhir sebagai pengguna dan yang mengerti betul manfaat serta kegunaan teknologi yang digenggam atau dimilikinya sebagai pelengkap fashion, pengguna dan pemanfaat untuk hidup serta memudahkan dan mendapatkan/pelengkap untuk meraih rezeki/usaha yang lebih besar dan luas.

Sungguh, Tuhan selalu menyematkan segala sesuatu itu maksud, guna dan manfaat agar kita sekalian bisa menggunakan, memanfaatkan serta memudahkan hidup bukan sebaliknya diperbudak oleh apa yang telah kita ciptakan, karena sesungguhnya kitalah yang harus diperbudak oleh Tuhan sebagai hamba.

Salam smart

Parta Winata

Comments
2 Responses to “Smartphone ataukah Stupidphone?”
  1. Gupri says:

    Ada juga technology-slave….diperbudak dan didikte oleh teknologi. *IMHO*ūüėÄ

Silahkan meninggalkan komentar, salam

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: