Susan Seksi


Pagi ini aku bangun terlambat dari hari biasanya, alarm melantunkan lagu “Dear God” memekakkan telinga kiri dan kanan…….. belum cukup suara band Avenged Sevenfold, istriku memanggil-manggil…. “Pak, sudah siang, bangun!!!!”

Setengah menggusur langkah kaki, mencari bungkus kopi instant seperti hari biasanya, “Ah, air termos nya depleted!”….. gerutu ku. Ku ambil teko kecil, crek… crek… crek… tak kunjung juga api menyembur dari dapuran pusaran kompor gas… “Sial, lagi……. gas habis!” gumanan ku mulai sedikit keras terdengar.

Gelas berisi ramuan kopi instant ku telantarkan begitu saja di kitchen set. Beranjak ke ruang keluarga dan menyalakan televisi. “Berita di televisi makin hari makin gak bermutu, gosip, pembunuhan dan berita lebay pemimpin… beuuuuuhhhhhh… “ mematikan televisi dengan remote pergi beranjak dari kursi mengambil handuk. OTW kamar mandi. Bathtub ku isi penuh, dan langsung meluncur… brrrrrrrrrggggggggghhhhhh… dingin….  dari kejauhan terdengar istri ku pamitan……. “Pak, mama berangkat duluan….. maaf, banyak kerjaan dikantor” teriak istriku disertai suara lari kecil di lorong rumah. Hanya mengangguk saja dan melanjutkan luluran..

***

Setengah delapan, ku mulai menyalakan mesin mobil butut buatan Tokota keluaran 10 tahun yang lalu, ya lumayan masih bisa jalan berratus-ratus kilometer walaupun seperti keong jalannya.

Kuparkirkan mobil disebelah mobil berwarna merah keluaran anyar awal tahun ini…. “Hmmmm,, mobil siapa itu.. keren abis” batin ku.. keluar dari mobil melihat jam tangan “8:45 Wib weks, alamat terlambat lagi aku hari ini”…. berlari ringan menuju pintu kantor langsung ke mesin absensi di dekat meja resepsionis …. njegreg…njegreg.. “Slamet, masih 8:50 wib, wew ah ……….. jam ku kecepetan!”. Menoleh pada penunggu meja resepsionis, nona Eli tampak sedang asyik menyusun meja kerjanya ditemani Harun…. tak ku sapa karena kelihatannya sedang serius, balik kanan dan melangkahkan kaki menuju ruangan kantor ku.

***

10:00 Wib,

Masih serius memeriksa berkas-berkas yang menumpuk dari kemarin tak terjamah, karena pak Dirut menyuruhku kelapangan memeriksa kasus komplain terhadap kantor kami di kota sebelah. “Ah, laporan macam apa ini!” ku banting berkas laporan dari divisi keuangan. “Ngitung kok rugi bisa nya… apa kagak pake program komputer mereka???!!!!!” gerutuku. Kuangkat telepon memijit ekstention bagian keuangan. “Nona Lisa, tolong menghadap kantor saya!” tak berapa lama terdengar suara dipintu, Tok … tok.. tok.. ,,, “Ya, masuk” perintahku…. “Silahkan duduk, Lisa!”…. berdiri dan mempersilahkan Nona Lisa. ……. menyodorkan berkas laporan keuangan darinya.. “Tolong ini berikan langsung pada pak Dirut, sekarang; ini sudah serius, bulan ini mengalami defisit”. …….. “Baik, pak, permisi” menerima berkas laporannya dariku dan beranjak pergi dari hadapan.

***

Suasana kantin siang ini tampak sepi tak seperti biasanya. “Pada rapat sepertinya divisi keuangan dan divisi HRD, hehehehehe….. laporan sialan, kasian mereka” batin ku. Aku dan pak Dirut dari jam 10:30 menghabiskan satu jam setengah rapat evaluasi dadakan dengan semua kepala divisi kantor menindak lanjuti laporan keuangan bulan kemarin.

Perkedel, sayur asem dan puding menu makan siang ku hari ini. Sambil melahap makan siang ku melihat sekitar yang masih sepi hanya beberapa pengunjung saja. Kualihkan pandangan pada layar televisi di pojok kanan sembari menikmati puding duren.

***

Jam 17:30 Wib,

Waktunya pulang kantor, ku bereskan semua berkas dimeja yang berserakan. Meluncur ke tempat parkiran, mobil merah disamping mobilku tampak menyala. Menunduk mencoba melihat siapa pengemudinya… “Aih, cantiknya…. “ batinku. Mobil tampak mundur perlahan namun selang berapa detik mendadak terhenti… dan keluar gadis itu dari dalam mobil bergegas menuju ban depan kiri. Bertolak pinggang menggeleng-gelengkan kepalanya… aku penasaran dan menghampirinya “Kenapa Nona mobilnya?” langsung bertanya…… gadis itu menolehku “Bannya gembos, mas!”.

Tanpa panjang lebar aku membantunya mengganti ban depan mobil, sekitar setengah jam ku habiskan untuk mengganti ban dengan dibantu si pemilik yang seksi dengan rok selututnya… he he he..

“Oke, beres!” kataku,,, “Terima Kasih, Mas” gadis itu tersenyum menatapku. Cantik sekali gadis ini, dandanannya tampak sekali berkelas, sepatu hak agak tinggi, aksesoris dan make up yang macthing dengan busananya. Pastinya bukan person sembarangan pikirku. “Maaf, boleh berkenalan” tanyaku…. “Maaf sekali Mas, saya bersikap tak sopan, sedangkan Mas sudah banyak membantu saya dari tadi; nama saya Susan” menyodorkan tangan nya mengajak berkenalan…. cepat-cepat ku bersihkan tanganku dengan yang tadi disodorkan oleh Susan… “Joko” ku jabat erat tangan Susan dan tatapan kami beradu sejenak ada sedikit getaran. Susan tampak terperangah malu, cepat-cepat melepaskan jabatan erat dari tanganku dan berulang kali mengucapkan terima kasih.

***

Tiba dirumah 21:30 Wib,

“Macetttttttttttt…..” … “Macet  itu kenapa tak pernah pergi, sekali-kali pacet gitu” keluhanku, gerutu hari ini banyaks. Menutup garasi rumah, mobil istriku terlihat sudah nangkring diposisinya.

Masuk kedalam rumah, langsung meluncur ke dapur, membuka tudung saji. “Lumayan ada pizza keju” bersorak dalam hati dan pikiran dan langsung kulahap sembari membuka lemari es meraih botol orange jus dan mereguk nya.

Tak sedikitpun rasa ini ingin menyalakan televisi, paling-paling berita sampah dan meresahkan pemirsanya saja gerutuku hari ini sambung menyambung menjadi satu seperti untaian pulau-pulau saja.

Bersiap-siap ke peraduan pulau kapuk. Pandanganku melihat istri terlelap tidur dengan piyama kesayangannya, dengan blindfold warna jingganya. Kurebahkan badanku disampingnya dan mulai menenangkan pikiran. Menerawang kejadian-kejadian hari tadi, lumayan menguras pikiran, menarik nafas dalam mulai menjernihkan pikiran. Tapi tiba-tiba gadis bernama susah, berjalan-jalan dilangit-langit dengan rok selutut dan senyuman menggoda. “Hmmmm,,, membuat ku horny saja!” menepis pandangan mata dengan tangan kiri.. aku lelah sekali, sembari membetulkan posisi tidurku menyerempet tubuh sintal istriku, ku cium keningnya dan  membaui aroma wangi rambutnya… ah… lebih baik aku tidur saja,…. gak bener ini tubuh…… berusaha memejamkan mata.

***

Bolak-balik dari kantor ke mobil kuulangi mencari si laptop.. diobrak abrik.. hmmmmmmmm… “My lapie, dimana dia sekarang?” sembari masih mencari-cari keberadaannya… akhirnya aku terduduk lesu dikursi.. “Ya,,, data kantor semua disana, mana back up tak ada lagi” penyesalan tersirat diwajahku.

Masih melamun memikirkan keberadaan si lapie…. tok tok tok…. “Permisi” suara wanita muda mengetuk pintu… sedikit terperanjat.. “Ya, silahkan masuk!” …….. ternyata Susan nampak membuka pintu ruang kerjaku… “Terkejut sekali, ada yang bisa saya bantu lagi Nona Susan, silahkan duduk?” Susan pun duduk manis, tersenyum menatapku, melihat berputar keseliling ruangan kerjaku kembali menatapku “Nampak nya tas ini terbawa olehku” menyodorkan tas warna hitam, tas yang biasa aku buat membawa lapie kerjaku. “Terima Kasih, Tuhan” meraih tas dan menciumi… “Anda telah menyelamatkan data kerja ku!”  Susan segera menimpali “Maafkan aku Mas Joko, semalam aku ingin memberitahu, namun aku tak tahu nomer telepon mu, kucari-cari didata komputer pun tak ada, yang ada hanya alamat kantor mu saja” menerangkan panjang …. “Terima Kasih, Nona mau bersusah payah mengantarkan lapie saya!” berterima kasih sekali aku padanya…. tanpa lapie ku bingung memulai pekerjaan, data banyak disimpan disana. “Sama-sama Mas, sebaiknya saya cepat pergi, karena masih banyak pekerjaan ditempatku!” menjawab dengan tersenyum seraya berdiri pamitan padaku dan memberikan kartu namanya… segera ku balas dengan memberikan kartu namaku..

***

Kunyalakan lapie ku, booting………. kuperiksa data kantor.. masih utuh dan tak terjamah. File secret pun masih pada tempatnya, data pribadi dan data kantor level satu masih difolder sama tak tersentuh. “Terima Kasih Tuhan” rasa syukur mendalam.

Kubuka-buka file manager.. mendapati sebuah folder foto baru tertanggal kemarin jam 22:00 Wib, kubuka dan………… haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…… tak terasa air liur ku meluncur deras keluar dari mulutku.. ada note difolder itu dan ku buka.

“Terima kasih, Mas Joko atas bantuan mengganti ban kemarin. Dan sebagai rasa ungkapan terima kasihku, ku sertakan foto diriku karena Mas kemarin tampaknya jelalatan juga dengan fostur tubuh saya hehehehe,, jangan ngeres ya!!!!” Salam manis SUSAN.

The End

Comments
3 Responses to “Susan Seksi”
  1. Baca lagi nih….!

    yang belajar lagi balas kunjungan…..hhhhh
    __salam___

Silahkan meninggalkan komentar, salam

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: