Onah yang Cerdas


Onahhhhhhhhhhh……….” majikan Onah memanggil histeris mendapati baju bermerknya bolong kena setrikaan.

Bergegas menuju sumber suara Onah santai sekali beranjak dari rutinitasnya didapur

Ada apa ndoro…..” pura-pura tidak tahu.

Ini…….!!!!!” menunjukan baju kerjanya ke Onah yang sekarang sudah bolong dipunggungnya.

Dengan diplomatis serta politisnya Onah menepuk jidatnya

Oh, my god…. what the hell is happen with your dress madam?”

Majikan Onah muka memerah dengan tekukan khas perempuan timur yang belum dipoles oleh perabotan pemoles tampak natural mendapati jawaban bahasa Inggris membuat alis majikannya naik. Dibantingnya baju bolong itu dan berkata

Yang gosok dirumah ini cuman kamu doang, Onahhhhhh!!!!” berkacak pinggang alis masih diangkatnya, muka masih merah dan ada kepulan asap putih di kedua telinganya… seperti Thomas si kereta uap mengeluarkan uapnya… tuuuuutttt tuuutttt… tuuttt.

Potong gaji saya saja ya, ndoro!” menjawab dengan tenang dan santai

Onah Markonah berumur 23 tahun hari ini, mojang asal Pangandaran yang masih masuk wilayah kabupaten Ciamis. Pangandaran yang tempo hari kena tsunami untuk yang kesekian kalinya. Seperti gadis lainnya dia bersahaja dan lumayan berpendidikan, hanya nasibnya saja yang kurang beruntung hingga akhirnya menjadi PRT di ibukota. Pendidikannya lumayan tinggi, tamatan SMA sebuah sekolah negeri diasalnya(tinggi bukan, karena presiden juga disyaratkan minimal SMA/sederajat).

Onah, bekerja sebagai PRT di rumahnya nyonya Tince hampir 3 tahun lamanya. Sudah tidak asing dan kaku dengan sifat majikannya, sebaliknya demikian. Namun setiap hari antara majikan dan dia selalu saja ada pergunjingan. Entahlah demikian sifat majikannya terlalu melebih-lebihkan situasi dan kondisi(seperti pemimpin saat ini, lebay bangetss, kalau kata Onah mah “Gumasep”).

Onah betah menjadi PRT di rumah nyonya Tince, selain tuan Maman sangat baik dan ketiga anaknya yang tidak sebawel ibunya membuatnya kerasan. Sedang kebawelan Tince dianggap sebagai bumbu pemanis dan garam kehidupan dalam alur cerita hidup Onah. Walaupun digaji hanya sebatas UMR, dia sangat bersyukur sekali dan menabungkan hasil jerih payahnya selama ini untuk bekal dikampung.

Sudah lah, antara Onah dan nyonya Tince jangan diperpanjang. Pokoknya pembantu rumah tangga ini bermental baja, cerdas, rajin beribadah dan perenung sejati. Pernah suatu hari mendapati bahwa anak majikannya menangis tersedu seda Onah tak ragu untuk menasehati dan menyejukkan hatinya.

Silahkan meninggalkan komentar, salam

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: